Cegah Dampak Negatif Gadget, Pemkot Bitung Turun Langsung Sosialisasi ke Sekolah -->

Iklan Semua Halaman

Garasi Berita

Cegah Dampak Negatif Gadget, Pemkot Bitung Turun Langsung Sosialisasi ke Sekolah

Senin, Maret 16, 2026
Pemerintah Kota Bitung saat melakukan sosialisasi pembatasan penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah.(Foto:Istimewah)

BITUNG, GARASIBERITA.COM-
Pemerintah Kota Bitung mulai melakukan sosialisasi pembatasan penggunaan telepon seluler bagi anak-anak di lingkungan sekolah, Senin (16/3/2026).

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terkait perlindungan anak di era digital.

Kebijakan tersebut mengacu pada Instruksi Gubernur Sulut Nomor 100.3.4/26.562/SEKR-DPPPAD tentang pembatasan penggunaan telepon seluler bagi anak, serta didukung oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak.

Sosialisasi dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bitung melalui Dinas Komunikasi dan Digital, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kegiatan ini terpantau berlangsung di SD Negeri Manembo Nembo dan SMP Negeri 1 Bitung, di mana para siswa mendapatkan materi langsung dari Kepala Dinas Komunikasi dan Digital Altin Tumengkol, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Fonny Tumundo, serta Kepala Dinas P3A Meiva Woran.

Kepala SD Negeri Manembo Nembo, Revelyn Rapar, menjelaskan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah lebih dulu menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler berbasis Android sejak awal Februari 2026, khususnya selama proses belajar mengajar berlangsung.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat dukungan kuat dari para orang tua siswa.

“Kebijakan ini mendapat respon positif dari orang tua, karena dinilai mampu mencegah ketergantungan penggunaan handphone yang dapat mengganggu psikologis anak,” jelas Rapar.

Pemerintah Kota Bitung berharap melalui sosialisasi ini, sekolah, orang tua, dan siswa dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan fokus, sekaligus melindungi anak dari dampak negatif penggunaan perangkat digital yang berlebihan. Red/Guls