![]() |
| Bupati Franky D Wongkar Buka Mini Lokakarya Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting Tahap III (Tiga) serta Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh Tahun 2025 untuk Kecamatan Amurang Timur. (dok-diskominfo minsel) |
MINSEL,Garasiberita.com- Bupati Misela, Franky Donny Wongkar (FDW) kembali membuka Mini Lokakarya Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting Tahap III (Tiga) serta Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh Tahun 2025 untuk Kecamatan Amurang Timur.
Berdasarkan survei status gizi indonesia (SSGI) dan survei kesehatan indonesia (SKI), tren prevalensi stunting di minahasa selatan masih fluktuatif. Di 2021 tercatat sebesar 24,2%, meningkat menjadi 28,1% pada tahun 2022 hingga 2024.
Kondisi ini menjadi tantangan yang harus ditangani bersama, sebagai bentuk keseriusan pemerintah, berbagai langkah konkret telah dilakukan dan terus diperkuat, di antaranya melaksanakan gerakan aksi bergizi bagi remaja putri, memperkuat inovasi daerah seperti gerakan orang tua asuh cegah stunting (genting) dan gerakan ayah teladan indonesia (gati), serta pemeriksaan kesehatan dan pembangunan fasilitas sanitasi yang layak bagi masyarakat.
Kesempatan itu, Bupati FDW kembali menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus memastikan keluarga dan lansia di kecamatan amurang timur menjadi bagian aktif dari pembangunan manusia seutuhnya.
“Pemerintah kabupaten minahasa selatan memastikan bahwa seluruh strategi penanganan di lapangan benar-benar terintegrasi, efektif, dan berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di daerah, dengan target penurunan prevalensi stunting dari 28,1% menjadi 24,5% pada tahun 2025, dan terus bergerak menuju kondisi ideal di tahun-tahun berikutnya sesuai dengan arah rpjmd kabupaten minahasa selatan tahun 2025–2029” ujar Bupati.
Ditambahkanya sosialisasi 7 dimensi lansia tangguh, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok usia lanjut yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga.
“program ini merupakan bagian integral dari bangga kencana, yang menekankan pentingnya perhatian berkelanjutan terhadap seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari anak, remaja, dewasa, hingga lansia. tujuh dimensi yang disosialisasikan meliputi aspek spiritual, emosional, fisik, sosial kemasyarakatan, kognitif, profesional atau vokasional, dan lingkungan.jelas Bupati.
Kegiatan ini di ikuti oleh lurah, hukum tua, dan pendamping desa, tim penggerak PKK, para penyuluh kb, kader tim pendamping keluarga (TPK) dan kader bina keluarga lansia (BKL); serta para tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh perempuan, dan tokoh pemuda se-kecamatan amurang timur.RED/GB
Komentar