Minahasa–Gianyar Sepakat Sister City, RD: “Ini Jalan Baru Dongkrak Ekonomi Pariwisata Minahasa” -->

Iklan Semua Halaman

Garasi Berita

Minahasa–Gianyar Sepakat Sister City, RD: “Ini Jalan Baru Dongkrak Ekonomi Pariwisata Minahasa”

Minggu, November 16, 2025
Bupati Minahasa Robby Dondokambey (RD) Dan Wabup Vanda Sarundajang, Berkunjung di Kabupaten Gianyar, Bali. (Foto: Istumewah)

Gianyar, Garasiberita.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mempertegas langkah besar sektor pariwisata dengan menggandeng Pemkab Gianyar, Bali, melalui kerja sama Sister City. Kolaborasi ini diyakini menjadi pintu masuk percepatan ekonomi berbasis budaya dan destinasi.

Bupati Minahasa Robby Dondokambey (RD) besama Wabup Vanda Sarundajang (VaSung), pada Kamis (13/11/2025) berkunjung ke Gianyar dan disambut langsung Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, membuka ruang sinergi strategis antar daerah.

Bupati RD menegaskan, kemitraan ini bukan sekadar pertukaran program, tetapi investasi jangka panjang untuk menaikkan nilai ekonomi pariwisata Minahasa.

“Kami ingin pariwisata Minahasa bukan hanya berkembang, tapi menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Gianyar adalah contoh nyata bagaimana budaya bisa menjadi kekuatan ekonomi. Itu yang akan kami adopsi,” ujar Bupati RD.

Ia menambahkan bahwa Minahasa memiliki potensi besar untuk ditingkatkan jika dikelola dengan sistem modern dan promosi yang tepat.

“Ketika desa wisata tumbuh, UMKM hidup, event budaya berjalan, maka ekonomi rakyat ikut bergerak. Inilah tujuan besar Sister City ini, membawa manfaat langsung ke masyarakat Minahasa,” tegasnya.

Kerja sama Sister City akan difokuskan pada 5 target:

l. Pertukaran sistem pengelolaan destinasi wisata yang berdampak ekonomi.

2. Promosi pariwisata terpadu untuk menaikkan kunjungan wisatawan.

3. Peningkatan kapasitas SDM agar lebih kompetitif.

4. Pengembangan desa wisata sebagai pusat ekonomi baru.

5. Penguatan promosi digital untuk memperluas pasar wisata.

Bupati pun memastikan, Minahasa akan mengadopsi model pemberdayaan desa wisata ala Gianyar sambil mengangkat kekuatan lokal seperti tarian Kabasaran, kuliner khas Minahasa, dan kerajinan daerah.

“Kami ingin ekonomi Minahasa bergerak dari budaya, kreativitas, dan pariwisata. Kerja sama ini membuka jalan ke sana,” kata RD.

Dalam waktu dekat, kedua daerah ini akan menandatangani Nota Kesepakatan Sister City sebagai dasar resmi kemitraan jangka panjang yang menargetkan pertumbuhan ekonomi pariwisata di kedua wilayah. Red.GB