Janji Permudah Izin, Wagub Mailangkay Serukan Terobosan Hijau di Expo Inovasi 2025. -->

Iklan Semua Halaman

Garasi Berita

Janji Permudah Izin, Wagub Mailangkay Serukan Terobosan Hijau di Expo Inovasi 2025.

Rabu, November 19, 2025
Wakil Gubernur Victor Mailangkay. Saat Membuka Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025. (Foto: Istimewah)

SULUT, Garasiberita.com- Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus melalui Wakil Gubernur Victor Mailangkay resmi membuka Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025, yang di gelar di Antrium Manado Town Sqwer (Mantos). Selasa 18/11/2025.

Puluhan peserta dari berbagai sektor menampilkan karya ilmiah, teknologi terapan, serta inovasi ramah lingkungan yang mendorong arah pembangunan daerah.

Kesempatan itu, Wagub Victor Mailangkay menegaskan bahwa inovasi adalah kunci kemajuan dan tidak boleh dipandang sebagai aktivitas seremonial.

“Inovasi adalah denyut nadi pembangunan berkelanjutan. Kita harus mendorong terobosan, terutama yang memanfaatkan energi terbarukan dan cara-cara yang bijaksana bagi masa depan,” ujar Mailangkay.

Ia pun mengajak seluruh unsur pemerintah, perguruan tinggi, industri, komunitas, dan media membangun sinergi pentahelix untuk memperkuat ekosistem riset.

“Pemerintah berkomitmen mempermudah perizinan. Silakan berinovasi, ciptakan peluang ekonomi hijau—mulai dari produk daur ulang hingga teknologi rendah karbon,” himbau Wagub.

Sebelumnya, Plt Kepala Balitbangda Sulut, Novita Lumintang, dalam laporannya mengatakan bahwa Expo ini digelar guna memperkuat peran daerah dalam membangun fondasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Adapun kegiatan ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Riset dan Inovasi Melalui Ekonomi Biru dan Ekonomi Hijau”, rangkaian kegiatan menampilkan inovasi unggulan mulai dari produk ramah lingkungan, teknologi pengolahan limbah, energi terbarukan, pertanian berkelanjutan, aplikasi digital, hingga perangkat edukatif berbasis teknologi.

Diharapkan keberagaman karya tersebut menjadi momentum tumbuhnya potensi ekonomi biru dan hijau di Sulawesi Utara melalui kontribusi nyata para peneliti, akademisi, pelaku usaha, hingga komunitas dan masyarakat. Red/GB