![]() |
| Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE. dalam High Level Meeting yang digelar di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Senin (23/02/2026). (Foto Istimewah) |
SULUT, Garasiberita.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui sinergi kebijakan moneter dan fiskal. Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam High Level Meeting yang digelar di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sulut, Senin (23/02/2026).
Dalam forum strategis itu, Gubernur Yulius menetapkan empat pilar utama ekonomi daerah sebagai arah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
1. Transformasi Digital
Pilar pertama menitikberatkan pada percepatan digitalisasi pendapatan dan belanja daerah, integrasi sistem pembayaran publik, serta penguatan penggunaan QRIS bagi UMKM dan sektor pariwisata.
Tak hanya itu, digitalisasi distribusi pangan juga menjadi fokus guna menjaga stabilitas harga dan efisiensi rantai pasok di Sulut.
2. Percepatan Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran untuk lebih agresif dalam realisasi APBD, mempercepat investasi baik PMA maupun PMDN, serta mendorong hilirisasi industri manufaktur.
Langkah ini diharapkan mampu memperluas lapangan kerja sekaligus meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.
3. Akses Keuangan Inklusif
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemprov memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, UMKM, serta kelompok rentan.
Selain itu, penguatan literasi keuangan digital menjadi agenda penting agar masyarakat semakin adaptif terhadap ekosistem ekonomi modern.
Pilar keempat menekankan pengembangan industri halal dan integrasi ekonomi syariah dengan sektor unggulan seperti pariwisata dan pertanian.
Strategi ini dinilai mampu membuka ceruk pasar baru sekaligus memperkuat daya saing Sulut di tingkat nasional maupun global.
Gubernur Yulius menegaskan, koordinasi erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia menjadi kunci menjaga stabilitas inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat.
“Sinergi kebijakan moneter dan fiskal di daerah harus semakin kuat. Kita ingin pertumbuhan ekonomi Sulut bukan hanya tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan empat pilar strategis tersebut, Pemprov Sulut optimistis mampu menghadirkan ekosistem ekonomi yang tangguh, adaptif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Red.GB
Komentar