![]() |
| Wakil Gubernur Sulawesi Utara Vicktor J Mailangkai (Foto:Istimewah) |
SULUT, Garasiberita.com– Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 menjadi refleksi mendalam tentang arti persatuan, pengorbanan, dan tanggung jawab menjaga masa depan bangsa di tengah derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Vicktor J Mailangkai saat mewakili Gubernur Yulius Selvanus dalam rangkaian upacara Harkitnas serta ziarah di Taman Makam Pahlawan Kairagi, Selasa (20/5/2026).
Dalam suasana penuh khidmat, ia mengungkapkan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan hidup demi tegaknya bangsa Indonesia.
“Saat berdiri mengikuti upacara dan melangkah ke Taman Makam Pahlawan Kairagi, saya merasa ada banyak hal yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Apa yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan orang-orang yang hanya ingin Indonesia tetap berdiri,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan bangsa saat ini memang berbeda dibanding masa perjuangan dahulu. Jika dulu bangsa menghadapi penjajahan fisik, kini masyarakat dihadapkan pada perubahan zaman yang bergerak cepat melalui perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi.
Saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, ia menekankan pentingnya menjaga “tunas bangsa” sebagai bagian dari upaya menjaga masa depan Indonesia.
“Menjaga Indonesia hari ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menjaga karakter, nilai, dan masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang sosial yang sehat, memperkuat persatuan, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif yang membawa manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam refleksinya, semangat kebangkitan nasional dinilai masih hidup di tengah masyarakat, mulai dari orang tua yang bekerja demi keluarga, guru yang mengajar dengan hati, petani dan nelayan yang terus bertahan, hingga generasi muda yang tetap menyimpan harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Bangsa ini akan selalu kuat jika masyarakat saling menjaga dan saling menguatkan,” tutupnya.Red/GB
Komentar