![]() |
| Ngopi (Ngobrol Pinter) Bareng JIPS” yang digelar di Lapangan Tembak Jawa Rimbawan.(Foto:Istimewah) |
SULUT,Garasiberita.com- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay bergerak cepat mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu fenomena El Nino ekstrem atau dikenal dengan “Godzilla”.
Melalui Dinas Kehutanan Sulut, berbagai langkah strategis mulai disiapkan menghadapi cuaca panas dan kering yang diprediksi mencapai puncaknya pada pertengahan tahun 2026.
Fenomena iklim ekstrem tersebut diperkirakan menyebabkan penurunan drastis curah hujan dan vegetasi mengering, sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan, kerusakan lingkungan hingga ancaman darurat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kehutanan Sulut Rainer N Dondokambey mengatakan pihaknya telah meningkatkan kewaspadaan melalui berbagai program mitigasi guna menekan dampak bencana sejak dini.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan “Ngopi (Ngobrol Pinter) Bareng JIPS” yang digelar di Lapangan Tembak Jawa Rimbawan, Senin (25/5/2026).
“Saat ini mitigasi terus dilakukan, mulai dari peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan karhutla hingga pembentukan Masyarakat Peduli Api di sejumlah wilayah Sulut. Langkah ini penting untuk menyelamatkan nyawa, mencegah kerusakan infrastruktur dan menekan kerugian materiil sebelum bencana terjadi,” ujar Rainer.
Selain penguatan SDM, Dinas Kehutanan Sulut juga intens menggelar rapat koordinasi bersama lintas lembaga dan perangkat daerah guna memperkuat penanganan ancaman karhutla akibat cuaca ekstrem.
Rainer menegaskan penanganan karhutla bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.
“Antisipasi karhutla adalah tugas bersama. Karena itu kami berharap dukungan seluruh masyarakat untuk ikut mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan di Sulut,” pungkasnya.Red/GB
Komentar