Di Tengah Gejolak Internal, Fredde Massie Disebut Figur Pemersatu Gerindra Minsel -->

Iklan Semua Halaman

Garasi Berita

Di Tengah Gejolak Internal, Fredde Massie Disebut Figur Pemersatu Gerindra Minsel

Senin, Mei 25, 2026
Ketua DPD I Gerindra Sulut Yulius Selvanus Komaling bersama Fredde Aries Massie. (Foto:Istimewah)

MINSEL,Garasiberita.com –
Dinamika internal Partai Gerindra kembali mencuat usai pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD I Partai Gerindra Sulawesi Utara. Sejumlah pengurus, kader hingga simpatisan Partai Gerindra Minahasa Selatan (Minsel) mempertanyakan penunjukan Ketua PLT DPC yang dinilai gagal membangkitkan roda organisasi partai di daerah tersebut.

Sorotan itu mengemuka di sela pelaksanaan Rakerda DPD I Partai Gerindra Sulut, Sabtu (23/5/2026). Sejumlah kader menilai kondisi partai di Minsel saat ini mengalami “mati suri” akibat lemahnya kepemimpinan dan minimnya tanggung jawab dalam menjalankan organisasi.

“Kami ingin Partai Gerindra Minsel dipimpin figur yang tepat, bertanggung jawab, merakyat serta memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi dalam membesarkan partai,” ungkap sejumlah kader dan simpatisan kepada awak media.

Nama mantan Ketua DPC Partai Gerindra Minsel, Fredde Aries Massie, ikut mencuat sebagai sosok yang dinilai layak memimpin kembali partai berlambang kepala garuda itu di Kabupaten Minahasa Selatan.

Menanggapi berkembangnya isu tersebut, Fredde Aries Massie mengaku prihatin terhadap kondisi Gerindra Minsel yang menurutnya kehilangan gairah organisasi, padahal partai memiliki dukungan besar dari pucuk pimpinan nasional hingga daerah.

“Sangat prihatin jika partai yang sempat saya pimpin dan besarkan harus mengalami mati suri. Padahal kita memiliki dukungan kuat dari Ketua Umum Gerindra yang juga Presiden RI, Prabowo Subianto, serta Ketua DPD I Sulut Yulius Selvanus Komaling yang saat ini menjabat Gubernur Sulut,” ujar Massie.

Menurutnya, kekuatan figur pimpinan pusat dan daerah seharusnya menjadi modal besar bagi pengurus di tingkat DPC untuk membesarkan partai.

“Siapapun pemimpin di tingkat DPC harus mampu menimba semangat dari pimpinan di atas, disertai loyalitas dan pengorbanan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan partai,” tegasnya.

Isu kepemimpinan DPC Gerindra Minsel diperkirakan akan terus menjadi perhatian kader pasca-Rakerda, terlebih menjelang agenda konsolidasi partai menghadapi dinamika politik ke depan. Red/Ato