Soroti Bidang Kesehatan, Bupati FDW : ASN Jadi Motor Penggerak Penyampaian Informasi Ke Masyarakat -->

Iklan Semua Halaman

Garasi Berita

Soroti Bidang Kesehatan, Bupati FDW : ASN Jadi Motor Penggerak Penyampaian Informasi Ke Masyarakat

Selasa, September 02, 2025
Bupati Franky D Wongkar, SH. Saat Memberikan Arahan Pada Apel Kebangsaan ASN.(Foto: Istimewah)

Minsel,Garasiberita,com-
Salah satu misi pemerintah kabupaten minahasa selatan dibawah kepemimpinan Bupati Franky Donny Wongkar, dan Wakil Bupati Brigjen TNI (purn) Theodorus Kawatu, yaitu “mewujudkan fondasi transformasi sosial melalui sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing dengan berideologi pancasila dan menjunjung hak asasi manusia;”

Oleh karena itu, dalam Apel Kebangsaan Aparatur Sipil Negara yang digelar pada 1 September 2025 di Aula Waleta Kantor Bupati , FDW menegaskan beberapa hal terkait bidang kesehatan yang harus diperhatikan oleh seluruh ASN di Minahasa Selatan.

Kepada Para Camat, Hukum Tua, serta Lurah bersama dengan Puskesmas untuk melakukan penyuluhan di wilayah kerja masing-masing minimal 1 bulan satu kali. Penyuluhan juga bisa dilakukan dalam setiap kegiatan untuk menyampaikan pentingnya asi eksklusif.

Pencegahan Anemia terhadap remaja putri, bupati FDW dengan tegas menyebut dinas pendidikan dan jajarannya bersama puskesmas untuk fokus melakukan kegiatan aksi bergizi termasuk didalamnya pemberian TTD (tablet tambah darah) setiap 1 minggu satu tablet bagi remaja putri di sekolah masing- masing, sehingga langsung terpantau oleh tenaga pendidik untuk memastikan bahwa tablet tambah darah telah dikonsumsi.

“Kepada seluruh ASN harus dapat menjadi motor penggerak sekaligus menjadi media dalam memberikan pemberitahuan, pemahaman, dan penjelasan terhadap pelaksanaan program pemeriksaan kesehatan gratis diseluruh puskesmas sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan,” tegas Bupati FDW pada kegiatan Apel, Senin (1/9).

“Saya menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan, BAPELITBANGDA, Dinas PMD, DLH, BKAD, Dinas Pendidikan, Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa untuk bersama-sama menyukseskan gerakan ini dengan berbagai aksi nyata,” tambahnya.

Hal ini sesuai dengan arah pembangunan kesehatan dalam visi misi Presiden dan Wakil Presiden RI, salah satunya untuk mengurangi kasus TBC sebanyak 50% pada tahun 2029, sehingga Kemenkes RI melakukan upaya melalui geber TBC atau Gerakan Bersama mengakhiri Tuberkulosis.RED/GB