Paripurna ‘Panas’ di Minsel: FDW–Kawatu Gulirkan 6 Agenda Strategis Sekaligus! -->

Iklan Semua Halaman

Garasi Berita

Paripurna ‘Panas’ di Minsel: FDW–Kawatu Gulirkan 6 Agenda Strategis Sekaligus!

Selasa, Mei 05, 2026
Bupati Franky Donny Wongkar (FDW) bersama Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu hadiri Rapat Paripurna DPRD.(Foto:Istimewah)

MINSEL, GARASIBERITA.COM—
Dinamika pemerintahan daerah kembali menguat. Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar (FDW) bersama Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu menghadiri Rapat Paripurna DPRD yang digelar Senin (4/5/2026) di ruang sidang DPRD, Amurang Barat.

Rapat penting ini dipimpin langsung Ketua DPRD Stefanus D. N. Lumowa, didampingi Wakil Ketua Paulman Stevanus Runtuwene dan Ezekiel Paruntu Stuart, bersama seluruh anggota dewan.

Tak tanggung-tanggung, enam agenda strategis langsung dibahas dalam satu forum:

  • Pembahasan awal Ranperda Cadangan Pangan Daerah
  • Penyampaian laporan hasil reses DPRD
  • Pembahasan lanjutan Ranperda Penanggulangan Bencana
  • Penetapan rekomendasi DPRD atas LKPJ Tahun Anggaran 2025
  • Penyerahan resmi rekomendasi LKPJ kepada Bupati
  • Penutupan masa sidang kedua dan pembukaan masa sidang ketiga 2025–2026

Kehadiran FDW–Kawatu menjadi sinyal kuat soliditas antara eksekutif dan legislatif di tengah dorongan percepatan pembangunan daerah.

Dalam penyampaiannya, Bupati FDW menegaskan bahwa capaian pembangunan yang diraih saat ini bukan kerja satu pihak. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga — legislatif, yudikatif, hingga masyarakat — sebagai fondasi utama.

Dengan mengusung semangat Mapalus, pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan kolaborasi demi mewujudkan Minahasa Selatan yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Rapat turut dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Kapolres Minsel AKBP David Candra Babega, Kajari Albertus Roni Santoso, serta perwakilan TNI dari Koramil Amurang.

Paripurna kali ini bukan sekadar agenda rutin. Dengan pembahasan pangan, bencana, hingga evaluasi kinerja pemerintah, arah kebijakan Minsel terlihat makin terstruktur—menggabungkan stabilitas, respons cepat, dan kesinambungan pembangunan. Red/Ato